Rabu, 19 April 2017

Refleksi pembelajaran CTL



Pada pertemuan hari ini, tanggal 15 Maret 2017 membahas mengenai pembelajaran CTL. Dalam kuliah hari ini dilakukan diskusi presentasi, yang menambah pengetahuan dan pemahaman saya tentang pembelajaran CTL. Ada beberapa point penting dari pembelajaran hari ini yaitu:
Pendekatan CTL merupakan “Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat, keluarga, kelompok dan organisasi, bahkan pertemuan diantara sesama anak sehari-hari.
Implementasi model pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan dengan rencana pembelajaran yang dirancang guru memuat skenario tahapan-tahapan yang akan dilakukan disesuaikan dengan materi pembelajaran. Penekanan pembelajaran terletak pada strategi yang akan digunakan oleh guru dalam pembelajaran. Rencana pembelajaran yang disusun pada dasarnya tidak ada perbedaan dengan rencana pembelajaran konvensional, perbedaan hanya terletak pada skenario pembelajarannya.
Saya masih belum paham mengenai kelebihan dan kekurangan pembelajaran CTL yang diterapkan di jenjang sekolah-sekolah tinggi. Bagaimana cara membuat pembelajaran yang baik dan evaluasinya efektif.


Refleksi pembelajaran PAKEM



Pada pertemuan hari ini, tanggal 13 Maret 2017 membahas mengenai pembelajaran PAKEM ( pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan). Dalam kuliah hari ini dilakukan diskusi presentasi, yang menambah pengetahuan dan pemahaman saya tentang pembelajaran PAKEM. Ada beberapa point penting dari pembelajaran hari ini yaitu:
PAKEM merupakan model pembelajaran dan menjadi pedoman dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan pelaksanaan pembelajaran PAKEM, diharapkan berkembangnya berbagai macam inovasi kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang partisipatif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Unsur-unsur PAKEM:
a) Pembelajaran Partisipatif: Pembelajaran partisipatif yaitu pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran secara optimal. Pembe pembelajaranlajaran ini menitikberatkan  pada keterlibatan siswa pada kegiatan ( childcentre/student centre) bukan pada dominasi guru dalamn materi pelajaran (teacher centre).
b) Pembelajaran Aktif: Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktivitas siswa dalam mengases berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya.
c) Pembelajaran Kreatif: Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan guru untuk dapat memotivasi dan memunculkan kreativitas siswa selama pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan beberapa metode dan strategi yang bervariasi, misalnya kerja kelompok, bermain peran, dan pemecahan masalah.
d) Pembelajaran Efektif: Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika mampu memberikan pengalaman baru kepada siswa membentuk kompetensi siswa, serta mengantarkan mereka ke tujuan yang ingin dicapai secara optimal. Hal ini dapat dicapai dengan melibatkan serta mendidik mereka dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Seluruh siswa harus dilibatkan secara penuh agar bergairah dalam pembelajaran, sehingga suasana pembelajaran betul-betul kondusif dan terarah pada tujuan dan pembentukan kompetensi siswa.
e) Pembelajaran Menyenangkan: Pembelajaran menyenangkan (joyfull instruction) merupakan suatu proses pembelajaran yang di dalamnya terdapat suatu kohesi yang kuat antara guru dan siswa, tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan ( not under pressure).
            Saya masih belum paham mengenai aplikasi pembelajaran PAKEM yang diterapkan di jenjang sekolah-sekolah tinggi. Bagaimana cara membuat pembelajaran yang partisipatif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN PROBLEM BASED LEARNING



Oleh: Izmi Latifa Navida

Metode Pembelajaran Problem solving
1.                  Pengertian Metode Pembelajaran Problem solving
Metode pembelajaran problem solving merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaaian secara ilmiah.metode ini tidak mengharapakan siswa hanya sekedar mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran akan tetapi melalui metode problem solving siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data dan akhirnya menyimpulkan.
Tujuan utama penggunaan metode problem solving dalam kegiatan belajar mengajar yaitu:
a. Mengembangkan kemampuan berfikir,terutama dalam mencari sebab akibat dan tujuan suatu permasalahan.
b. Memberikan pengetahuan dan kecakapan praktis yang bernilai atau bermanfaat bagi keperluan kehidupan sehari-hari.
c. Belajar bertindak dalam situasi baru.
d. Belajar bekerja sistematis dalam memecahkan masalah.

2.                  Karakteristik Metode Pembelajaran Problem Solving
Metode pembelajaran problem solving dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.terdapat 3 ciri utama dari metode problem solving.
a. Metode problem solving merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran
Artinya dalam implementasi problem solving ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa.
b. Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah.metode ini menempatkan masalah sebagai kunci dari proses pembelajaran.
c. Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah

3.      Kelebihan dan Kelemahan Metode Problem Solving
a.       Kelebihan Metode Problem Solving
·  Metode ini membuat pendidikan disekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan .
·  Dapat membiasakan para siswa menghadapi permasalahan di dalam kehidupan.
·  Merangsang pengembangan berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh
·  Melatih siswa untuk mengidentifikasikan dan melakukan penyelidikan
·  Memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalm dunia nyata.
b.      Kelemahan Metode Problem Solving
·  Manakala siswa tidak memiliki minat dan tidak memiliki keercayaan bahwa masalah yang di pelajari sulit dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
·  Mengubah kebiasaan siswa belajar dari mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berfikir memecahkan permasalahan sendiri atau kelompok kadang memerlukan berbagai sumber belajar merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa.
·  Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ini sering memerlukan waktu yang cukup banyak.

Problem Based Learning
1.                  Pengertian Metode Based learning
Problem based learning atau pembelajaran berbasis masalah merupakan strategi pembelajaran dalam konteks kehidupan nyata yang berorientasi pemecahan masalah dengan memanfaatkan berpikir kritis, sintetik dan praktikal melalui pemanfaatan multiple intelegences dengan membiasakan belajar “Bagaimana belajar”. Karena pembelajaran ini terpusat melalui masalah-masalah yang relefan. Terpusat karena berisi scenario, tema, unit yang menempatkan kembali kepada pembelajaran yang diinginkan.
Dari paparan penjelasan tersebut diatas maka problem based learning atau pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi kuliah atau materi pelajaran. Sehingga pembelajaran based learning dapat dikatakan sebagai sebuah strategi pembelajaran yang memanfaatkan masalah-masalah yang actual sesuai dengan bidang keilmuannya secara terintegrasi melalui pemanfaatan kecerdasan-kecerdasan manusia meliputi IQ, EQ maupun SQ untuk mengembangkan pemikiran kritis dan kreatif dari peserta didik.
Tujuan pembelajaran berbasis masalah adalah:
a. Pemecahan masalah secara efektif, efisien, menarik, terintegrasi dan fleksibel.
b. Pemecahan masalah dengan penuh inisiatif dan antusias.                  
c. Kemampuan belajar mandiri dan menjadi habit (kebiasaan) dalam kehidupan sehari-hari.
d. Mampu berkolaborasi secara efektif, efisien dan menarik dalam sebuah kerja tim.
e. Ingin meningkatkan secara maksimal daya tahan pengingatan atau retensi. Kita tidak ingin hal-hal yang kita belajarkan berjalan di tempat atau tidak berdaya sama sekali. Kita tidak memiliki waktu khusus untuk melatih seseorang, sehingga kita perlu meyakinkan bahwa daya tahan pengingatan tinggi.
f. Untuk menjamin penyampaian informasi yang bukan hanya sekedar transfer pengetahuan (transfer of knowledge) saja. Untuk itu, kita perlu menjadikan pebelajar mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam setiap situasi.
2.                  Karakteristik Pembelajaran Based Learning
a. Menggunakan masalah sebagai fakta serta alternative solusi yang dapat dilakukan.
b. Memfokuskan pada interdisiplin keilmuan.
c. Menggunakan penyelidikan secara otentik.
d. Hasil solusi akhir dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam PBL, siswa dituntut bertanggungjawab atas pendidikan yang mereka jalani, serta diarahkan untuk tidak terlalu tergantung pada guru. PBL membentuk siswa mandiri yang dapat melanjutkan proses belajar pada kehidupan dan karir yang akan mereka jalani. Seorang guru lebih berperan sebagai fasilitator atau tutor yang memandu siswa menjalani proses pendidikan. Ketika siswa menjadi lebih cakap dalam menjalani proses belajar PBL, tutor akan berkurang keaktifannya.
Proses belajar PBL dibentuk dari ketidakteraturan dan kompleksnya masalah yang ada di dunia nyata. Hal tersebut digunakan sebagai pendorong bagi siswa untuk belajar mengintegrasikan dan mengorganisasi informasi yang didapat, sehingga nantinya dapat selalu diingat dan diaplikasikan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang akan dihadapi. Masalah-masalah yang didesain dalam PBL memberi tantangan pada siswa untuk lebih mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah secara efektif.
3.                  Tahap-tahap Pembelajaran Berbasis Masalah
(1)     Tahap 1: Penyampaian Ide (Ideas)
(2)     Tahap 2: Penyajian Fakta yang Diketahui (Known Facts)
(3)     Tahap 3: Mempelajari Masalah ( Learning Issues)
(4)     Tahap 4: Menyusun Rencana Tindakan (Action Plan)
(5)     Tahap 5: Evaluasi

4.                  Kelebihan dan Kelemahan Metode Problem Based Learning
a.              Kelebihan Metode Problem Based Learning
·       Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memecahkan masalah-masalah menurut cara-cara atau gaya belajar individu masing-masing. Dengan cara mengetahui gaya belajar masing-masing individu, kita diharapkan dapat membantu menyesuaikan dengan pendekatan yang kita pakai dalam pembelajaran.
·       Pengembangan keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills).
·       Peserta didik dilatih untuk mengembangkan cara-cara menemukan (discovery), bertanya (questioning), mengungkapkan (articulating), menjelaskan atau mendeskripsikan (describing) mempertimbangkan atau membuat pertimbangan (considering), dan membuat keputusan (decision-making). Dengan demikian, peserta didik menerapkan suatu proses kerja melalui suatu situasi bermasalah, siang mengandung masalah.

b.             Kelemahan Metode Problem Based Learning
·         Pembelajaran model PBL memnbutuhksn waktu yang lama.
·         Perlu ditunjang oleh buku yang dapat dijadikan pemahaman dalam kegiatan belajar terutama membuat soal.

Rabu, 12 April 2017

PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Oleh: Izmi Latifa Navida

A.                Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Slavin dalam Isjoni (2009: 15) pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompokkelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 5 orang dengan struktur kelompok heterogen. Sedangkan menurut Sunal dan Hans dalam Isjoni (2009: 15) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada siswa agar bekerja sama selama proses pembelajaran.
B.                 Tujuan Pembelajaran Kooperatif
Tujuan yang paling penting dari model pembelajaran kooperatif adalah untuk memberikan para siswa pengetahuan, konsep, kemampuan, dan pemahaman yang mereka butuhkan supaya bisa menjadi anggota masyarakat yang bahagia dan memberikan kontribusi. Selain itu, tujuan model pembelajaran kooperatif adalah menciptakan norma-norma yang proakademik di antara para siswa, dan norma-norma pro-akademik memiliki pengaruh yang amat penting bagi pencapaian siswa.
C.                Unsur-unsur Dasar dalam Pembelajaran Kooperatif
1)             Siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “tenggelam atau berenang bersama”.
2)             Siswa harus memiliki tanggung jawab terhadap siswa atau siswa lain dalam kelompoknya, selain tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi.
3)             Siswa harus berpendapat bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama.
4)             Siswa membagi tugas dan berbagi tanggung jawab di antara para anggota kelompok
5)             Siswa diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi kelompok.
D.                Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif
1)             Setiap anggota memiliki peran
2)             Terjadi hubungan interaksi langsung di antara siswa
3)             Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga temanteman sekelompoknya
4)             Guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok
5)             Guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan

E.                 Kendala Pembelajaran Kooperatif
1)                 Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikiran dan waktu.
2)                 Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai
3)                 Selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan topik permasalahan yang sedang dibahas meluas sehingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
4)                 Saat diskusi kelas, terkadang didominasi oleh seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.

F.                 Manfaat Pembelajaran Kooperatif
1)             Siswa yang diajari dengan dan dalam struktur-struktur kooperatif akan memperoleh hasil pembelajaran yang lebih tinggi
2)             Siswa yang berpartisipasi dalam pembelajaran kooperatif akan memiliki sikap harga-diri yang lebih tinggi dan motivasi yang lebih besar untuk belajar
3)             Siswa menjadi lebih peduli pada temantemannya, dan di antara mereka akan terbangun rasa ketergantungan yang positif (interdependensi positif) untuk proses belajar mereka nanti
4)             Pembelajaran kooperatif meningkatkan rasa penerimaan siswa terhadap teman-temannya yang berasal dari latar belakang ras dan etnik yang berbedabeda.
G.                Tipe-tipe Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif ada berbagai macam tipe, yaitu Student Teams-Achievement Division (STAD), Team Game Tournament (TGT), Jigsaw II, Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), Team Assisted Individualization (TAI), Group Investigation, Learning Together, Complex Instruction, dan Structure Dyadic Methods.